Get Adobe Flash player

Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/jayawija/public_html/dishubkominfo/templates/dishubkominfomrt1/functions.php on line 616

Deprecated: Non-static method JSite::getMenu() should not be called statically, assuming $this from incompatible context in /home/jayawija/public_html/dishubkominfo/templates/dishubkominfomrt1/classes/ArtxContentSingleArticle.php on line 41

Deprecated: Non-static method JApplication::getMenu() should not be called statically, assuming $this from incompatible context in /home/jayawija/public_html/dishubkominfo/includes/application.php on line 536

Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/jayawija/public_html/dishubkominfo/templates/dishubkominfomrt1/functions.php on line 616

Dishubkominfo dan Kantor Bandar Udara Wamena Meninjau Lokasi Pembangunan Menara Telekomunikasi

Dishubkominfo bekerjasama dengan Kantor Bandar Udara Kelas 1 Wamena pada tanggal 18 mei 2016 melakukan peninjauan lokasi pembangunan menara telekomunikasi (BTS). Menurut Kasie Pos dan Telekomunikasi, Pembangunan infrastruktur telekomunikasi masih sangat diperlukan di Kabupaten Jayawijaya. Saat ini Menara Telekomunikasi baru tersedia di beberapa distrik saja.  Kondisi ini, selain menghambat berjalannya proses pembangunan, hal ini juga menimbulkan ketimpangan sosial dan ekonomi antar daerah akibat kurangnya informasi dan jaringan komunikasi.


Namun demikian, keberadaan penyelenggaraan telekomunikasi juga perlu dipantau dan ditata agar tidak menimbulkan gangguan terhadap operasional penerbangan maupun terhadap masyarakat.  Untuk itu, Kementerian Perhubungan telah membuat suatu peraturan tata  cara  pendirian  bangunan  yang  ada  di sekitar  bandara  sehingga   kawasan  operasional  bandara  aman  dari  bahaya  kecelakaan yaitu Kawasan  Keselamatan  Operasi  Penerbangan  (KKOP ). Oleh karena itu , pihak Dinas Komunikasi dan Informatika bersama-sama dengan pihak bandar udara terjun langsung ke lapangan untuk memantau pembangunan menara telekomunikasi tersebut.